Puisi Karya Mashuri

Puisi Karya Mashuri 

               Puisi yang berjudul hantu kolam, hantu musim, dan hantu dermaga merupakan karya dari seorang sastrawan yang bernama mashuri. Mashuri lahir di Lamongan pada tanggal 27 April 1976. Mashuri merupakan lulusan dari universitas Airlangga dan universitas gadjah Mada beliau telah banyak menulis karya sastra dalam bentuk puisi cerpen essay naskah dan masih banyak yang lainnya. Kali ini saya akan membahas tentang puisi karya mashuri yang berjudul hantu kolam hantu dan hantu dermaga. Ketiga puisi tersebut menggunakan judul yang diawali dengan kata hantu namun makna dari puisi tersebut tidak terikat dengan adanya hantu-hantu merupakan arwah yang tidak bisa dilihat oleh kasat mata atau indera penglihatan. Ketika puisi tersebut diawali dengan kata hantu namun hantu yang dimaksud bukan merupakan arwah atau sosok yang tidak bisa dilihat oleh indra penglihat.


              Pada puisi pertama yang berjudul hantu kolam karya mashuri menceritakan seseorang yang sedang di pinggir kolam merenungi nasibnya dengan memantulkan batu ke dalam kolam. Suara air dan ikan di pinggir kolam yang menemaninya dalam kesendirian dan kesunyian. Seperti pada contoh puisi tersebut dengan kata di gigir kolam yang artinya di pinggir kolam. Puisi tersebut sangat menarik untuk Dibaca karena memiliki makna yang unik. Puisi hantu kolam karya mashuri menggunakan judul yang diawali dengan kata hantu namun makna dari puisi tersebut tidak ada kaitanya dengan adanya hantu. Penulis mengibaratkan kata hancur dengan seseorang yang sedang sendiri di dalam kegelapan dan merenungi nasibnya dan tidak ada satupun yang menemaninya dalam kegelapan hal tersebut bisa diibaratkan dengan kata hantu. Puisi hantu kolam menggunakan diksi yang sangat unik dengan makna puisi yang sangat berbeda dari puisi yang lainnya kesendirian yang diungkapkan penulis dengan seseorang yang sedang sendiri dan meratapi nasibnya di pinggir kolam. Suasana dan perasaan pada puisi tersebut dengan menggambarkan suasana hati seseorang yang sedang sendiri dan merenungi nasibnya.


                 Kemudian puisi yang kedua  yaitu dengan judul hantu musim karya mashuri. Puisi ini sudah diawali dengan kata hantu namun pada maknanya tidak ada kaitanya dengan hantu. Puisi hantu musim memiliki makna atau menggambarkan suasana sawah yang sedang berganti musim. Semua tanaman yang ada di sawah tumbuh dengan subur seperti padi dan lainnya. Pada puisi tersebut memiliki makna yang sangat menarik karena menggunakan bahasa yang tidak mudah atau tidak biasa digunakan sastrawan yang lainnya. Kata hantu pada puisi ini mengisahkan sebuah petani yang sedang was-was karena adanya musim yang berganti karena mereka bisa mengalami gagal panen pada musim ini. Perubahan musim pada puisi ini mengibaratkan sosok hantu yang menakutkan bagi para petani.


                Berikutnya terakhir puisi ketiga yang berjudul hantu dermaga Karya Mashuri beliau juga menggunakan judul yang diawali dengan kata hantu.  Namun makna dari puisi tersbut menggambarkan sebuah kapal yang sedang berlayar dan berhenti di sebuah dermaga. Kapal yang berlayar disebuah dermaga dengan menggambang di atas permukaan air laut. Dermaga yang setiap hari didatangi oleh kapal-kapal untuk bersandar setelah itu kapal kembali berlayar. Dalam puisi yang berjudul hantu kolam menggunakan kata hantu menggambarkan sebuah kapal yang berlayar dan mengambang di atas air laut yang terlihat menakutkan karena terombang ambing oleh angin hal tersebut digambarkan penulis sebagai sosok hantu yang menakutkan.


                Dari ketiga puisi tersebut yang berjudul hantu kolam hantu musim dan hantu dermaga karya masuri memiliki kekurangan yaitu beliau menggunakan kata-kata yang sulit dipahami sehingga para pembaca bila membaca sekilas tidak akan mengerti dan memahami apa makna yang ada di dalam puisi tersebut. Kata didalam ketiga puisi tersebut sangat sulit untuk dipahami jika hanya membaca disesali pembaca perlu membaca berkali-kali supaya dapat mengerti apa makna yang tersirat dari puisi tersebut. Kelebihan dari ketika puisi tersebut ialah penulis sangat imajinasi dan kreatif dalam mengungkapkan pemikiran untuk membuat puisi sehingga puisi tersebut sangat unik dan menarik untuk dibaca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ULAMA ABIYASA TAK PERNAH MINTA JATAH Karya M. Shoim Anwar.

Kumpulan Cerpen Karya M. Shoim Anwar, uas.